Postingan

Menampilkan postingan dengan label heart-talk

Sesal

Gambar
Selama 24 tahun aku hidup tentu sering merasakan sesal, tapi belum pernah sebesar ini. Tahun 2020 adalah tahun yang berat, katanya, dan semua orang pasti setuju. Aku kira pertengahan tahun 2020 adalah masa terberatku, namun ternyata hal itu nggak ada apa-apanya dibandingkan dengan bulan-bulan selanjutnya. Malam di awal bulan Oktober 2020 aku mendapatkan telepon dari kerabat di Jogja yang memintaku pulang secepatnya. Bapak mau bertemu, katanya. Menerima telepon itu saja sudah janggal karena bukan Ibuk maupun Mas yang menghubungi. Aku langsung terbang keesokan hari dengan pesawat paling pagi dan paling singkat durasi. Beberapa kali Mas mengirim pesan menanyakan aku sampai mana, tapi masih biasa saja. Dia baru menelepon setelah memastikan aku duduk aman di taksi dari bandara menuju ke rumah. Dari telepon itu aku dikabarkan Bapak telah tiada tadi pagi, tepat setelah aku mengabarkan akan boarding . Sedih, terkejut, marah, sesal, bingung, dan segala perasaan nggak menyenangkan tumpah saat ...

Kilas Balik

Desember 2017. Secara sangat iseng kemaren buka tweet-tweet lama. Iya, saya scroll sampe tweet bertahun-tahun lamanya. Segabut itu. Sebenernya mau scroll sampe tweet pertama sih tapi entah kok nggak bisa, mentok di tanggal 17 Mei 2012. Jadi keinget yang dulu-dulu. Sebuah kilas balik. SMA. Seru sih. Manis-manis pahit gimana gitu kayak kopi pake gula. Semua berawal dari akhirnya secara tiba-tiba mendaftar SMA di kotabaru padahal hati maunya SMA deket bonbin. Tapi ya sudahlah sukanya emang berubah keputusan di detik-detik terakhir. Masuk SMA situ langsung kaget sama ospeknya yang yaAllah, gila. Ospek+makrab kuliah jadi terasa sangat ringan. Awal sekolah udah dibuat tertekan aja. Lalu masuk kelas X4 a.k.a Djipad yang isi anak-anaknya bikin ketawa mulu selama setahun sekelas. Iya saking ketawa mulu, djipad ini rata-rata kelasnya terendah seangkatan, bego sih. Tapi banyak banget anak djipad yang kemudian jadi ketua ini itu. Jadi cukup bangga, walau saya tidak menjadi apa-apa. Tahun ...

Pelajaran Hari Ini

22 Maret 2012 (di DBL) "Aku kecewa e kalo liat 1 sewon atau stece gagal masukin bola. Pokoknya bahagia kalo ada yang masukin. Aku cuma suka liat mereka bahagia. Rasanya ikut bahagia." Bahagia itu beneran sederhana. Sebahagia ketika melihat orang lain bahagia. Seperti melihat senyum mereka bisa membuat kita merasakan kebahagiaan mereka.  "Aku ikut bahagia kalo smada menang hari ini." Bahagia ketika orang lain bahagia. Terutama orang lain itu adalah orang - orang yang bermakna bagi kita. Mencoba bahagia karena melihat orang lain bahagia itu nggak sulit. Kecuali cemburu. Intan Prendanadia

Mum Knows The Best

Sampai saat ini, orangtuaku masih belum tau kalau aku ikut main pentas besar Jubah Macan. Dan entahlah sampai kapan harus menyembunyikannya. Membertihu? Tentu saja ingin. Tapi aku tidak siap memperoleh kata "Tidak boleh!". Mereka sudah memberiku rambu - rambu merah untuk JM :( Namun.....suatu ketika saat makan malam. Seperti biasa, dengan teknik penceritaanku yang berlebihan. Aku mendapatkan rambu - rambu lain. Rambu - rambu kali ini berwarna hijau! Aku : Ah, sampe sekarang masih nggak nyangka aku bisa sekolah di Padmanaba Ibu: Padahal dulu, setinggi - tingginya NEM mu, kamu pengennya masuk SMA *beep* Aku: Aku jadi nggak paham kok bisa diterima di sekolah ini..... Ibu: Tapi coba dulu kamu jadi sekolah di SMA *beep* , kamu nggak akan menemukan sebuah keluarga baru yang mengajarkan kebersamaan dan kebahagiaan sederhana kayak di Padmanaba kan? Aku: Umm....Iya sih Ibu: Coba   kalo kamu jadi sekolah di SMA *beep* , kamu nggak akan menemukan sebuah keluarga lain yang bikin ka...