Hello

Foto saya
Indonesian. 18th. Eat chocolates, blue fanatic, and play art.

25/11/11

Wisuda

Selamat ya Gilang Patra Prendayasa! Akhirnya wisuda juga :D
Nggak nyangka akhirnya kamu bisa pakai toga, berkalungkan samir, dapet ijazah dan menjadi salah satu dari ratusan wisudawan lainnya di dalam gedung Grha Sabha Pramana

Kami bangga menjadi keluargamu :)
Oiya, semoga mbak Gilang juga cepetan wisuda. Terus cepetan nikah sama mas Gilang :)
Hahahahaha.

Senyum lebar,
Intan Prendanadia

20/11/11

Bermimpi

Jika kau tidak berani bermimpi terlalu tinggi, semua orang menyebutmu pesimiss dan terus menyemangati untuk lebih optimis, namun kau dapati kau hanya takut pada kenyataan yang bisa saja jauh lebih jelek dari segala mimpimu. Lalu, apa yang akan kau lakukan? Merancang mimpi yang lebih tinggi? Atau tetap pada pendirianmu kemudian membiarkan semuanya berjalan?

Ya, itulah yang terjadi padaku. Aku sangat takut bermimpi terlalu tinggi

12/11/11

Parkir

Di Jalan Mataram, jalan sendirian menuju motor yang diparkir depan toko toko sepatu.....

Tukang parkir (T) : yang mana mbak?
Aku (A) : mio biru
T : oke *ngambilin motor*
A : (dalam hati) parah, nggak punya uang seribuan *ngeluarin 50000* *nyodorin ke tukang parkir*
T : Waaaa, nggak ada kembalian. nggak usah aja mbak, silakan....
A : Beneran?
T : Iya mbak, hati hati di jalan ya mbak.

Wohooooo!!! Pelajaran : kalo parkir di jalan mataram terus males bayar, keluarin aja uang 50ribu keatas.  (Eeeeh, ini menyesatkan! Parkir selayaknya bayar ya, tukang parkir juga butuh uang)

10/11/11

Nomor Telepon Yang Tertukar

Kemarin nomor telepon rumahku berubah dengan sendirinya. Aslinya 5186XX tiba tiba berubah jadi 5829XX. Gue nggak paham. Setelah ditelusuri, nomor teleponku tertukar sama nomor 5829XX itu tadi. Aneh banget. Absurd. Weird. Nerd. Wagu.

Semacam apa ini? Nomor teleponku tertukar sama nomor telepon orang lain.
keinget Amira dan Zaira, aku mengambil hikmahnya. Mereka aja bisa ketuker, jadi, nomor telepon pun bisa ketuker, Telk*m memang hebat ya.......

08/11/11

Derita Penyebar Kabar

Aku masih nggak paham, kenapa banyak orang yang menolak waktu dikasih leaflet. Puhleaseeeeeee!!!!! Leaflet gratis oiy, kalo dikasih leaflet nggak usah bayar, gue bukan pengemis yang minta uang dengan perantara leaflet -__-
Ya nggak usah ditolak gitu juga, apalagi nolaknya sambil buang muka senyum sombong atau jijik terus berlanjut mesra mesra an sama pacar yang lagi digandengnya. Dibuang ya nggak papa! Paling enggak diterima!! Diterima! DITERIMA!! DI-TE-RI-MA! Syukur deh kalo dibaca. Makasih.

Amanat : Kalo dapet leaflet, diterima ya, dibaca juga......