Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2012

Absurd

Gambar
Semenjak SMA, aku sering kalo pulang sekolah sendiri, nggak langsung pulang. Nggak mampir mana - mana, cuma lewat jalan yang bikin muter dan lama sampe rumah. 

Pernah mau pulang, pilih lewat jalan malioboro, kejebak macet, akhirnya sampai dirumah 10 menit kemudian. Pernah mau pulang, pilih jalan lewat mandala krida, nnyasar, akhirnya sampe dirumah 15 menit kemudian. Pernah mau pulang, pilih lewat daerah UGM, kebablasan sampe monjali, akhirnya sampe dirumah 20 menit kemudian............ Aku aneh banget ya Allah.

Aku bosan sama pemandangan rute sekolah ke rumah. Udah 3 tahun lebih aku melewati jalan yang sama, pemandangan yang sama -____- Rumahku di Terban, daerah SMP 1. Nggak deket - deket banget, tapi tetep pemandangannya sempit, bosan.

Aku nggak bisa bayangin kalo tiba - tiba nggak boleh bawa motor lagi. Perjalanan pulang bakal flat lagi.

Baiklah.

Sekian.

Intan Prendanadia

Seni

Gambar
"Semua orang punya bakat seni. Tapi untuk meneruskan bakatnya itu, tergantung pada pribadi masing - masing, mau atau tidak?"
Ada 1 bidang seni yang cukup aku kuasai sejak kecil, seni rupa. Tapi tidak begitu aku tekuni. Karena sejujurnya memang aku tidak suka mempelajari seni rupa. Bodoh memang.
Hasil gambaranku di atas kanvas ukuran 100cm x 100cm. Sekarang dirumah ada 2 kanvas berukuran sama, dengan gambar setengah jadi. Aku males ngelanjutinnya.............

Tugas zaman SD. Aku suka banget sama karya ini. Itu rumahnya juga punya halaman belakang :3. 

Sebagai tugas sekolah. Materinya disuruh bikin topeng dengan bahan dasar tempurung kelapa dan koran, jadinya kayak gini deh. 

Setelah dilihat, masa SD ku lebih kreatif daripada sekarang. Ah, semoga semester depan boleh pindah seni rupa. Karena itu tempatku.

"Kamu ikut seni tari? Kamu telah menyalahi kodratmu, nak.......," kata Ibu.


Sekian.


Wait, so, how about you? What ART you doing? 9 - 11 March 2012, at Taman Budaya Yogyakarta

Mum Knows The Best

Sampai saat ini, orangtuaku masih belum tau kalau aku ikut main pentas besar Jubah Macan. Dan entahlah sampai kapan harus menyembunyikannya. Membertihu? Tentu saja ingin. Tapi aku tidak siap memperoleh kata "Tidak boleh!". Mereka sudah memberiku rambu - rambu merah untuk JM :(
Namun.....suatu ketika saat makan malam. Seperti biasa, dengan teknik penceritaanku yang berlebihan. Aku mendapatkan rambu - rambu lain. Rambu - rambu kali ini berwarna hijau!
Aku: Ah, sampe sekarang masih nggak nyangka aku bisa sekolah di Padmanaba Ibu: Padahal dulu, setinggi - tingginya NEM mu, kamu pengennya masuk SMA *beep* Aku: Aku jadi nggak paham kok bisa diterima di sekolah ini..... Ibu:Tapi coba dulu kamu jadi sekolah di SMA *beep*, kamu nggak akan menemukan sebuah keluarga baru yang mengajarkan kebersamaan dan kebahagiaan sederhana kayak di Padmanaba kan? Aku: Umm....Iya sih Ibu: Cobakalo kamu jadi sekolah di SMA *beep*, kamu nggak akan menemukan sebuah keluarga lain yang bikin kamu pulang selalu le…