Hello

Foto saya
Indonesian. 18th. Eat chocolates, blue fanatic, and play art.

31/12/12

Karya Wisata 69

Bromo-Malang, 8 - 11 Desember 2012.

Day 1. (9 Des)
Ini first time aku ke Jawa Timur broooooo!. Oke, aku dan 149 anak 69 lainnya berangkat dari sekolah tgl 8 Desember jam 2 siang, diperkirakan sampe Bromo jam 2 pagi, terus naik jeep, terus sampe sana liat sunrise. Jadi intinya, 12 jam di bis, pantatku terkikis sempurna.


Sunrise yang nggak tampak
Unlucky us! Sunrise nya nggak kelihatan karena mendung. Sedih deh, udah dibela-belain kedinginan padahal.
Siangnya ke Taman Safari Indonesia II, yang katanya Taman Safari terbesar se Asia gitu.


Zebra
Hewannya banyaaaaak banget, walau didominasi sama rusa. Tapi the most beautiful ya zebra lah.

Day 2. (10 Des)
Pagi - pagi habis sarapan langsung ke perkebunan apel gitu.


Apel Malang
Jadi, kalo makan apel disana gratis, sepuasnya. Terus kalo mau bawa pulang buat oleh - oleh, sekilo nya berapa gitu. Atas dasar gratis dan ibu melarang aku bawa oleh - oleh, aku makan sekitar 6 apel disana, dimana yang lain sibuk milihin apel buat dibawa pulang.

Terus ke Jawa Timur Park 1. Nggak ada foto, karena terlalu asik main dan melindungi diri dari hujan. Iya, hujan, sial nggak sih. Tapi tep asik, sumpah, ASIK BANGET.


Terus ke BNS (Batu Night Spectacular)



Kursi Terbang
Kursi terbang itu mainan paling menyenangkan sejagad raya. Batu Night Spectacular was awesomeeee!
Terus pulang ke Jogja deh, dengan badan capek, dan gundah karena besok harus menghadapi remedi, tapi hati bahagia :}


69 :)
Didepan hotel
Yang Liburan,
Intan Prendanadia

04/10/12

Sekolah

Pernah kepikiran sebenernya sekolah itu apa?

Sekolah adalah sebuah lembaga yang dirancang untuk pengajaran siswa/murid di bawah pengawasan guru. (wikipedia)


se·ko·lah n 1 bangunan atau lembaga untuk belajar dan mengajar serta tempat menerima dan memberi pelajaran(Kamus Besar Bahasa Indonesia)

Oh gitu. 
Eng.........
Tempat untuk pengajaran atau penilaian? Tempat cari ilmu atau cari ijazah? Menerima pelajaran atau menerima rapor? Entahlah. Aku tetep berangkat sekolah dengan hati riang gembira sentosa kok. Kalo zaman sekarang nggak sekolah, mau jadi apa? Serius nih.


Yang Masih Sekolah,
Intan Prendanadia 
keim

23/09/12

04.11 pm

Mereka bilang, "orang beruntung bisa mengalahkan orang pintar."

Tapi sayangnya, keberuntungan tidak selamanya di tangan kita. Lagipula, tidak ada yang bisa memastikan kapan keberuntungan berada di pihak kita. Mungkin menjadi pintar adalah pilihan yang lebih aman? 

Entahlah,
Intan T Prendanadia

11/09/12

Tag Game

Barusan habis buka blog nya Sasha Modouw dan nemuin namaku di tag game ginian (rada nggak yakin sih itu intan aku atau bukan -_-). Ah yaudah, karena nggak ada kerjaan, aku jawab aja tag game ini. About the rules? Oh please, nggak usah ditulis ya hehehehehehehehehe.

Pertama, yang kena tag harus nulis 11 hal tentang dirinya sendiri:
  1. Aku kalem, alim, anteng, nggak aneh - aneh, polos, dan pokoknya sosok cewek normal baik baik kalo diliat dari luar. Tapi begitu kenal.......you will know how absurd i am.
  2. Seorang yang berjilbab, dan aku bangga.
  3. Can't live without chocolate. Selalu ada cokelat di kulkas. Kayaknya aku bakal kena diabetes lebih cepat -_-
  4. Falling inlove with blue. Seisi kamar biru, laptop biru, motor biru, semua bolpen juga biru ._.
  5. Seni. Hidup tanpa seni itu kayak hidup tanpa cokelat. Ya gitu pokoknya.
  6. Kadang takut bermimpi terlalu tinggi. Sampe sampe nggak berani bilang ke orang lain tentang apa impianku sebenarnya.
  7. Tergila gila sama Eropa, terutama bangunannya, apalagi yang di Italia sama Perancis, astagaaaaa. Padahal belum pernah kesana, semoga suatu hari nanti. Tapi tetep hati ada di Indonesia kok :3
  8. Ada ketakutan tersendiri sama kamar rumah sakit. Selalu mual begitu masuk ke kamar rumah sakit, apalagi pasiennya sakit bagian organ dalam, bisa langsung nggak kuat berdiri. 
  9. Seorang adik dari seorang kakak cowok yang udah kerja. Dan aku bahagia
  10. Seorang anak dari seorang ibu yang kadang jalan pikirnya nggak bisa aku pahami. Well, buah jatuh nggak jauh dari pohonnya kan? Tapi aku bahagia karena jadi anaknya.
  11. Aku selalu bahagia menjadi diriku sendiri.
Kedua, menjawab pertanyaan dari orang yang menge tag aku. So, here:
  1. Duluan mana, ayam atau telur? - Kalo menurut kalimat yang ditulis sih duluan ayam.
  2. Menurutmu penulis yang baik itu harus seperti apa? - Harus ngasih uang disetiap tulisannya dan nggak lupa membantu sesama.
  3. Pilih yang mana, nangis-nangis karena kisah sedih atau jejeritan kayak orang gila gara-gara kisah serem? Kenapa? - Nangis-nangis karena kisah sedih. Karena selain gampang menjiwainya, jerit-jerit bisa bikin suaraku yang udah fals jadi makin fals.
  4. Saat kamu punya saingan, kamu pilih orang yang dingin tapi bermulut pedas, atau ceria tapi nggak kalah-kalah juga meskipun kamu udah usaha jutaan kali? Kenapa? - Ceria lah. Walaupun kalah yang penting bahagia, yo ra? :)
  5. Pilih melankolis atau over-pesimis? Kenapa? - Melankolis. Karena nggak ada pilihan over-the-rainbow. Halah.
  6. Saat kamu memilih untuk menangis, biasanya karena apa? - Karena aku memilih untuk menangis.
  7. Kamu pernah putus asa? Kasih alasannya ya. - Pernah. Karena putus cinta belum pernah. Halah.
  8. Kalau kamu ingin kabur dari duniamu sekarang, kamu pilih pergi kemana? - Ke dunia dimana Iron Man beneran ada.
  9. Kamu ketemu ibu peri di tengah perjalananmu, kamu diberi 3 permintaan, kamu minta apa dan kenapa? - Cokelat, 3 permintaan lagi, dan 1 ibu peri lagi. Karena daripada aku minta dinikahin?
  10. Kalau kamu mati besok, kamu mau ngapain hari ini? - Melindungi dunia dari kejahatan. 
  11. Kalau kamu dikasih kesempatan untuk memperbaiki suatu kesalahan di masa lalu, apa? - Terlalu banyak kesalahan nih, sampe nggak bisa disebutin :')
Jadi itu semua jawabanku. Nah, menurut rules sih harusnya aku bikin 11 pertanyaan, terus nge-tag orang lain. Tapi nggak usah yaaaaa hehehehehehehehehehe. Break the rules!

Xoxo,
Intan Prendanadia


05/09/12

Conversation

F: Eh yo, kamu tu suka dia nggak sih?
R: Enggak lah, masa aku suka sama punyanya orang lain
I: Jadi sukanya kalo dia nggak punya orang kali
F: Iya ya? Yo, kalo dia nggak punyanya orang lain, kamu suka dia?
R: Ya gimana, kan aku punya hak untuk menyukai orang
I: Yaaaaah sedih
R: Sedih lah, sedih banget

"Karena setiap orang punya hak untuk menyukai"

Yang juga mempunyai hak,
Intan Prendanadia

23/08/12

HBD! #3

Jumat, 10 Agustus 2012
Rumah Joglam

Hari itu, harusnya jadi hari buber Cheper yang biasa. Buka bersama temen temen sekelas SMP, sholat bareng, nggosip, temu kangen, pokoknya (harusnya) normal.
Buber berjalan biasa, tapi karena lagi nggak sholat, waktu sholat maghrib, aku bersama Mahran dan Lely foto foto di balkon. Memanfaatkan waktu luang selayaknya lah. 


Lely - Mahran - Intan
Photos from Joglam
Bla bla blaaaaaaaaaaa.
Selesai sholat isya + tarawih, aku sama Mahran masih di kamar adiknya Joglam, Lely nggak tau dimana. Aku sibuk nonton sinetron Putih Abu Abu. Dan Mahran sibuk main Tap Tap level Easy wkwkwkw =)). Easy cobak, inget umur to Bah -_-.
Tiba - tiba, disaat Nina dan teman2nya di Putih Abu Abu lagi nge-dance alay banget.....enggak, aku nggak belajar ngikutin dance nya, tapi tiba tiba.......

"Happy birthday Intaaaaan! Happy birthday Intaaaaan! Happy birthday, happy birthday, happy birthday Intaaaaan!" Halin bawa kue dengan lilin nyala, sekelas masuk ke kamar, lampu dimatiin, pintu ditutup. Astaga, sumpah, demi apa, aku.........aku nggak bisa bernafas, tolong! Sumpek banget. Tapi nggakpapa. Aku tiup lilinnya. Terus lilinnya dinyalain lagi, mereka nyanyi Happy Birthday buat Anggra. Kuenya 1 untuk berdua, saudara saudara :') Nggakpapa.



Photos from Joglam
Rotinya warna biru. Kyaaaaa! :3

Selesai tiup-tiupan lilin, Firda ngasih kado buat aku!!! Buku dongeng tentang Intan gitu. AAAAAAAA. Aku buka halaman pertama, kedua, okeeeey. Halaman ketiga, what the bloody-hell!!! Demi apa. Nggak kuat ketawa. Langsung aku tutup. Atur nafas.



Cover nya



Halaman pertama.
"Happy Birthday Intan Tyalita P.

we love you Intan.
semua yang terbaik untukmu
-cheper"


Halaman kedua.
Dongeng dimulai




Halaman terakhir.
Foto pasanganku masih kosong, besok siapa yang ngisi ya..........


Pesan.
"Besok kalau kamu udah nikah, pasang foto dia dihalaman terakhir.

Jaga buku ini ya :)"
Iya, aku jaga buku ini, pasti. Terimakasih sekali, kalian!!!

Halaman isinya? rahasia ya, hubungannya sama masa lalu dan love story e :3 Isi ceritanya ngaco sih, tapi foto fotonya asli, masa aku post -_-


Belum berakhir disini. Kebahagiaanku kandas, ketika Gilang memulai segalanya.

Dia nyampluk kue biru itu dan diolesin merata ke mukaku. Sial, mukaku jadi manis, iya, manis dalam arti sebenernya. Biru lagi, berasa Little Krisna -_____- 
Belum berakhir lagi, waktu aku copot kerudung buat dibersihin, ciputku diambil Nilta, ditaruh di kamar mandi sama cardiganku juga :( kunci kamar mandi diambil. AAAAAAAAA!!!!! 
Masih belum berakhir, tasku dan seisinya disembunyiin :( 
Dan belum berakhir, motorku dikasih rafia rafia sama Donny :( 
Yang terakhir, helm ku dilempar lempar Gilang sampe akhirnya tangannya nyampluk HP ku. HP jatuh terluka dihalaman depan rumah Joglam, case lepas dan bagian bawah pecah :( Nggak kuat :'(

Intan kudu piye, tuips? Mencari pendamping hidup? Serius nih.

Pokoknya malam itu temanya: "Ciput nggak ada, jaket nggak ada, dompet nggak ada, tas nggak ada, pacar juga nggak ada." 


Semua itu baru kembali ketanganku jam setengah 11. Setelah aku berjuang sendiri. Jahat.


Tapi aku bahagia kok. Sumpah, demi apapun, aku nggak nyangka hari itu bukan buber biasa, nggak nyangka ada beneran surprise, nggak nyangka ada kue blas, nggak nyangka jan nggak nyangka bakal disiksa penuh malam itu :')



TERIMAKASIH SEKALI CHEPER :)
Terutama untuk para dalang dibalik semua ini
Nilta, Mahran, Firda, Gilang, Donny, Halin, Lely.

Terimakasih untuk H+20 nya yaaaa. Kenapa nggak H+21 sih? Biar sama sama 21 kayak tanggal ulangtahun. Ah, sudahlah. 
Well, bahagia adalah ketika memiliki kalian :) Serius nih. 



16 tahun 20 hari,
Intan Prendanadia

05/08/12

HBD! #2


HAPPY BIRTHDAY for me.
21st July 2012


Mini rainbow cake dari kakak dan pacarnya.
Cath Kidston case for iPhone 3gs. Dari kakak
Msh ada manusia langka yg jual case unyu utk 3gs :')







Dari Erina. Isinya gelang&kalung buatannya.
Kartu ucapan buatannya juga kreatifnya kelewatan!
Buatan Puput. Fotoku jelek banget, sial -_-


Ucapan dari Ninis. Kalimat terakhirnya ngena.
Ninis juga bikin post untuk aku di blognya, aku mati bacanya :')


Ini malah bilang judes. Gimana nggak sakit eh?

salah satu ucapan bilang galak. Apa salahku selama 3 taun sama kamu sih, Far? -__-

Ini juga bilang jangan galak. Lin, kapan sih aku galak? Kapaaan? Sedih :(

Ucapan bilang jangan galak juga. Dibilang galak sama anak kecil, makin sedih :((


Ah, 16 tahun. Semoga semakin bertambah usia. Intan makin nggak galak. Makin. MAKIN lho ya. Dasarnya nggak galak kok....... :)


Love, 
Intan T Prendanadia

17/07/12

HBD!

HAPPY BIRTHDAY

Selamat Ulangtahun ke-23
Gilang Patra Prendayasa


Kamu makin tua yaaaaa?
Aku aja baru mau 16 taun lho :)))
SUKSES SELALU, BAHAGIA SELAMANYA YA!


Tanpa kado,
Prendanadia

18/06/12

Bersin

Pernah hitung berapa kali kalian bersin dalam sehari? Aku pernah. Nggak usah heran-_-. Ya akhir akhir ini. Semua gara - gara ibuku.

Aku: *bersin* *bersin lagi* *bersin lagi*
Ibu: Coba setiap hari dihitung deh, sehari kamu bersin berapa kali.

Aku lakuin saran ibuku itu, dan akhirnya........semua orang bilang aku aneh, freak, dll -____-

"Kamu pernah lupa hitung bersinmu nggak?", tanya Denisha.
Sialan, aku juga baru ngitung semenjak 3 hari yang lalu Den, jahat amat.

Tapi karena saran ibuku itu, aku jadi tau rata - rata sehari aku bersin berapa kali. Setelah ada basic theory, dibikin tabel, percobaan pertama, kedua, ketiga, sampe keempat, diperoleh hasil, dibikin kurva, dan conclussion nya: aku bersin rata - rata 10 kali sehari dalam keadaan sehat (nggak lagi flu). Normal kan ya? ;) NORMAL KAN? BILANG NORMAL, plis :(

Ah, nggak tau. Mungkin aku harus operasi hidung. Biar daya hisap hidung nggak separah ini......

*bersin*,
Intan Prendanadia

09/06/12

Karena UKK belum berakhir.....

Ini bukan megeluh tentang UKK atau gimana, tapi ya emang UKK nya belum selesai. Satu hari lagi......Satu hari lagi......SATU HARI LAGI WOY!!!! Nggak sabar pengen cepetan selesai, iya selesai segalanya, selesai UKK tanpa remedi (ra mungkin -_-).
Kendala yang terjadi selama UKK ini: masih nggak niat belajar, nggak punya jejeran (jadi galau)selalu tergoda untuk menggambar di kertas soal (hasilnya=kehabisan waktu)

Hmm.....selalu tergoda untuk menggambar di kertas soal. Iya. Bener. Banget. Gimana gitu. Akhirnya lupa waktu. Lupa soal. Lupa diri. Aku siapa? *tampar* *PLAK!*. Fokus, iya, nggambar di kertas soal itu mengalihkan segalanya. Jadi lupa kalo ada banyak soal yg belum diisi, jadi lupa kalo waktunya tinggal dikit. Jadi lupa diri. Ah karepmu lah, Tan -_-.

Hasil gambar di kertas soal sejarah
Bagian bawahnya. Gambar gurita terinspirasi dari gambar yang ada di meja. Tapi di meja, guritanya sangar. Yang aku gambar ini gurita lagi galau, matanya merem.
Bagian atas. Ceritanya pada berusaha untuk menggapai bintang, dengan berbagai cara. 


Well, apa solusinya biar nggak tergoda untuk menggambar di kertas soal????
Well lagi, AKU REMEDI SEJARAH. Mungkin gara gara kebanyakan nggambar gini ya.............

Dengan penciltic warna cokelat,
Intan Prendanadia

05/06/12

Karena UKK itu tidak sederhana......

Ini sama halnya kayak "Bahagia itu sederhana", tapi UKK itu nggak bahagia, jadi UKK itu tidak sederhana.......
Kalo UKK itu tidak sederhana, kenapa aku malah bikin post bukannya belajar? nggak usah tanya kenapa.
Ini udah hari kedua UKK. Nggak usah dibahas gimana UKK ku 2 hari ini!

Hal yang paling nggak aku sukai ketika UKK adalah saat pulang dari sekolah, sampe rumah orang tua nanyain "bisa nggak?". Bah, benci kali aku dengan pertanyaan itu.
Maka, untuk mencegah kemungkinan seminggu ditanyain itu mulu, hari pertama UKK aku sms bapak-ibu gini:

"Nanti sampe rumah nggak usah nanya bisa ngerjain atau enggak ya. Anggep aja aku bisa ngerjain. Makasih"

Dan hasilnya, 2 hari ini bapak-ibu nggak nanyain~~~~
Ini normal kan? aku nggak aneh kan? aku nggak durhaka kan?

Sebenernya aku nggak suka pertanyaan itu karena nggak tau harus jawab gimana.
Kalo misal aku jawab "bisa ngerjain", eh ternyata besok nilaiku jelek, mereka kecewa gimana.
Kalo aku jawab "Enggak bisa", mereka kecewa lebih awal dong -_-
Kalo aku jawab "tadi itu soal ulangannya pake bahasa inggris, aku nggak dong. Terus fotokopiannya jelek. Terus to, font nya kecil banget. Nah terus juga, soalnya dibaginya telat, karena gurunya jalannya lama. Ditambah lagi di sebelah ada drum band ganggu gitu. Terus banyak nyamuk. Terus materi di soal belum pernah diajarin semua". Modar malah tidur ntar -___-

Yah intinya gitu. Aku nggak suka pertanyaan itu, sama halnya aku nggak suka waktu orangtuaku bilang "Nah akhirnya belajar" waktu aku belajar, kesannya kayak aku pernah belajar gitu lho. Yowislah. Sinau syeeek, ben pinter, ben mlebu IPA. AMIN.

BTW, AKU UDAH PUNYA CITA - CITA!!!!
minimal punya dulu kan ya :))))

Manusia normal,
Intan Prendanadia

28/05/12

Jegler!


Well, belum lama ini kakak membelikan aku handphone (smartphone). Bukan handphone seharga 10juta sih. Tapi ini dari kakak!!!! dari kakak!!! DARI KAKAK!!!! kakakku yang aku anggep makhluk dengan daya kejamnya melintasi bumi, ternyata punya sisi baik.


Well yang kedua. handphone ini udah sempat aku rusak. JEGLERRR!

Yang terjadi selama 1 bulan handphone ini di tanganku:
1. Charger aku pake dengan anarki. Akhirnya kabel charger hampir putus.
2. Karena kabel charger hampir putus dan tetep aku pake, akhirnya battery bocor.
3. Karena battery bocor, handphone ini mati setiap dimainin 1 menit.
4. Setelah menunggu ajal, kabel charger putus karena aku tarik. Bego sih -_-
5. Setelah di beliin battery baru (kakak yang beliin), dipasangin di tempat service, dan jegler! card slot nya hilang. Shit. 
7. Dimarahin kakak. Gue mengubur diri sendiri.

Kabel data (charger) yang berhasil aku putuskan

Battery yang bocor. Tampak masih baru ._.
Card slot yang sempat hilang.
Photo from google.com

Sebenernya semua itu nggak masalah. Semua barang itu buatku.....ya oke, kalo dijumlahin, mahal banget emang. Tapi yang paling aku takutin dari segalanya adalah: Kepercayaan. Ini barang dibeliin. Ini barang yang nggak bisa aku beli pake uang sakuku. Ini barang dikasih kakakku. Setelah semua yang terjadi, akan aku jaga benda ini..... *menatap langit* *bunga bunga bertebaran*

Btw, barusan kakak telpon. Pesan terakhirnya:

"Dijaga. Dirawat. Jangan sampe ilang. Dielus - elus setiap hari. Ok?"

OK!
Terimakasih.
Yang cerobohnya kebangetan,
Intan Prendanadia

07/05/12

Antigone: A Big Success!

Di musim hujan, di musim kering
Di musim salju, ia garap bumi........
Ia garap bumi......
Scene 1. Lagu itu masih sering berputar di otakku tanpa diminta, padahal udah H+8. Bahkan temen temen yang bukan pemain di ANTIGONE pun masih sering menyanyikan lagu itu di kelas.

Akhirnya, lewatlah sudah!
Hari yang berdarah
Barisan Argos pun telah kalah

Scene 3A. Scene yang koreografinya bikin pengen gantung diri. Gerakannya kayak mau breakdance, setiap selesai latian koreo scene ini pasti berasa kayak habis lari keliling sekolah, capeknya demi dewata -_-

Undang-undang!
Undang-undang adalah unsur penjagaan
Undang-undang menjaga kehidupan
Undang-undang mencegah kekacauan

Scene 3B. Kemarin upacara, waktu pembacaan Pembukaan UUD 1945, yang terlintas di otakku malah isi Undang-undang nya Thebes ini. Aku takut, besok kalo ulangan PKn, disuruh nulis pembukaan UUD yang aku tulis Undang-undang yang ini gimana. Apasih, Tan -_-

Dan lihat siapa yang tertangkap?! ANTIGONE!
Kekuatan apa gerangan
Yang mengisi pipi gadis itu?
Yang memberi seribu mimpi yang menghiasi bumi


Scene 6. Yang paling keinget adalah suara pecutan Kreon waktu Antigone narik kereta. Sakit banget dengernya. Ditambah teriakan kesakitan Antigone :'(

"Aaaaa Kreon galau!"


Scene7. Scene yang paling diinget ibuku. Begitu selesai pentas, yang ditanyain ibuku adalah "itu yang pendek pendek dipojokan, yang ndagel itu bagus dek" -_- Btw, Lina nggak pendek, bu.

Antigone tlah tergantung mati
Mati......

Scene8. Antigone gantung diri, ngeri banget, demi dewata Tapi ini scene favorit penonton. 

H+8. Antigone udah selesai. Tepuk tangan dari 1069 penonton yang memenuhi Concert Hall telah berlalu. Proses sudah usai. Sedih, nggak akan ada proses 4 bulan lagi bareng JM 68. Biasanya pulsek langsung ng-arbag atau ng-YKI atau ng-TBY, sekarang pulsek entah mau ngapain. Senang, bisa kembali menjadi murid normal. Bisa minum es dan makan gorengaaaaan.

Bagaimanapun proses Pentas Besar ANTIGONE masuk top ten memories di otakku, apa sih Tan -_-. 
Pokoknya terimakasih untuk semua pihak yang telah membuat pentas ini sangat berarti :)

VIVA TEATER, VIVA ANTIGONE, VIVA JUBAH MACAN

Chorus Thebes,
Intan Prendanadia

03/04/12

Antigone

Teater Jubah Macan Padmanaba 
proudly presents
Pentas Besar 
"ANTIGONE"

"Manusia harus dimanusiakan"


Concert Hall, Taman Budaya Yogyakarta
Ticket: VVIP 35000, VIP A 30000, VIP B 25000, Festival 15000
Ticketbox: SMA N 3 Yogyakarta (Senin-Sabtu 14.30-17.00)
Cp.Ella 085643220030 Shafa 08562938226

Jadilah saksi di fajar nanti, kan kita bela, kita bawa kemanusiaan pada terang!


Saksi di fajar kemanusiaan,
Intan. T. Prendanadia

29/03/12

Dad, please......

Rumah sepi, se sepi kelas waktu ulangan matematika Bu L. Bayangin sendiri aja gimana sepinya. Aku dirumah cuma berdua sama ibu. Kalo di film - film, dirumah cuma berdua sama ibu itu biasanya setiap hari ke mall, shopping, salon, gossip......... sayangnya ini bukan film.
Suatu ketika, ibu nyuruh aku SMS bapak, karena pulsa ibu habis.

(SMS)

Aku: "Semarang masih hujan?" tanya ibu yang pulsanya habis.
Bapak: Sudah terang.

Jawabnya singkat banget, untung ibu nggak sakit hati. tapi aku sakit hati. Terus Bapak SMS lagi.

Bapak: Lagi belajar apa? Tadi makan apa?
Aku: Lagi belajar memahami hidup...........
Bapak: Bagus, hidup itu indah kalo yang menjalani paham, tapi dilandasi imtaq.

Malah ditanggapi serius sama bapak -_- Mana aku nggak paham maksud SMS nya.

Aku menyimpulkan sendiri:, kayaknya bapakku mau ngomong, "Ulangan itu gampang kalo yang ngerjain udah paham sama semua materi. Selain harus paham, juga harus diimbangi dengan doa dan ibadah" Ketoke ngono -_-

22/03/12

Pelajaran Hari Ini

22 Maret 2012
(di DBL)

"Aku kecewa e kalo liat 1 sewon atau stece gagal masukin bola. Pokoknya bahagia kalo ada yang masukin. Aku cuma suka liat mereka bahagia. Rasanya ikut bahagia."

Bahagia itu beneran sederhana. Sebahagia ketika melihat orang lain bahagia. Seperti melihat senyum mereka bisa membuat kita merasakan kebahagiaan mereka. 

"Aku ikut bahagia kalo smada menang hari ini."

Bahagia ketika orang lain bahagia. Terutama orang lain itu adalah orang - orang yang bermakna bagi kita. Mencoba bahagia karena melihat orang lain bahagia itu nggak sulit. Kecuali cemburu.


Intan Prendanadia

17/02/12

Absurd

Semenjak SMA, aku sering kalo pulang sekolah sendiri, nggak langsung pulang. Nggak mampir mana - mana, cuma lewat jalan yang bikin muter dan lama sampe rumah. 

Pernah mau pulang, pilih lewat jalan malioboro, kejebak macet, akhirnya sampai dirumah 10 menit kemudian. Pernah mau pulang, pilih jalan lewat mandala krida, nnyasar, akhirnya sampe dirumah 15 menit kemudian. Pernah mau pulang, pilih lewat daerah UGM, kebablasan sampe monjali, akhirnya sampe dirumah 20 menit kemudian............ Aku aneh banget ya Allah.

Aku bosan sama pemandangan rute sekolah ke rumah. Udah 3 tahun lebih aku melewati jalan yang sama, pemandangan yang sama -____- Rumahku di Terban, daerah SMP 1. Nggak deket - deket banget, tapi tetep pemandangannya sempit, bosan.

Peta Rumah ke Sekolah
jarak Sekolah-Rumah cuma 1,1 km??????
Aku nggak bisa bayangin kalo tiba - tiba nggak boleh bawa motor lagi. Perjalanan pulang bakal flat lagi.

Baiklah.

Sekian.

Intan Prendanadia

13/02/12

Seni

"Semua orang punya bakat seni. Tapi untuk meneruskan bakatnya itu, tergantung pada pribadi masing - masing, mau atau tidak?"

Ada 1 bidang seni yang cukup aku kuasai sejak kecil, seni rupa. Tapi tidak begitu aku tekuni. Karena sejujurnya memang aku tidak suka mempelajari seni rupa. Bodoh memang.

My first canvas. 2006
Hasil gambaranku di atas kanvas ukuran 100cm x 100cm. Sekarang dirumah ada 2 kanvas berukuran sama, dengan gambar setengah jadi. Aku males ngelanjutinnya.............

3D House. 2006
Tugas zaman SD. Aku suka banget sama karya ini. Itu rumahnya juga punya halaman belakang :3. 

Newspaper-Mask. 2006
Sebagai tugas sekolah. Materinya disuruh bikin topeng dengan bahan dasar tempurung kelapa dan koran, jadinya kayak gini deh. 

Setelah dilihat, masa SD ku lebih kreatif daripada sekarang. Ah, semoga semester depan boleh pindah seni rupa. Karena itu tempatku.


"Kamu ikut seni tari? Kamu telah menyalahi kodratmu, nak.......," kata Ibu.


Sekian.


Wait, so, how about you?
What ART you doing? 
9 - 11 March 2012, at Taman Budaya Yogyakarta
(check this out--> DedicART 2012)


Dengan cat diatas kanvas,
Intan Prendanadia

04/02/12

Mum Knows The Best

Sampai saat ini, orangtuaku masih belum tau kalau aku ikut main pentas besar Jubah Macan. Dan entahlah sampai kapan harus menyembunyikannya. Membertihu? Tentu saja ingin. Tapi aku tidak siap memperoleh kata "Tidak boleh!". Mereka sudah memberiku rambu - rambu merah untuk JM :(

Namun.....suatu ketika saat makan malam. Seperti biasa, dengan teknik penceritaanku yang berlebihan. Aku mendapatkan rambu - rambu lain. Rambu - rambu kali ini berwarna hijau!

Aku: Ah, sampe sekarang masih nggak nyangka aku bisa sekolah di Padmanaba
Ibu: Padahal dulu, setinggi - tingginya NEM mu, kamu pengennya masuk SMA *beep*
Aku: Aku jadi nggak paham kok bisa diterima di sekolah ini.....
Ibu: Tapi coba dulu kamu jadi sekolah di SMA *beep*, kamu nggak akan menemukan sebuah keluarga baru yang mengajarkan kebersamaan dan kebahagiaan sederhana kayak di Padmanaba kan?
Aku: Umm....Iya sih
Ibu: Coba kalo kamu jadi sekolah di SMA *beep*, kamu nggak akan menemukan sebuah keluarga lain yang bikin kamu pulang selalu lebih dari jam 5, tapi bikin kamu ceria setiap sampe dirumah, ya JM itu.  

Deg!

Mum always knows the best :)

Dengan seulas senyum,
Intan Prendanadia

01/01/12

Salam Budaya...

Salam budaya...




Viva Teater!

Viva Jubah Macan!

Anggota Jubah Macan 69,
Intan Prendanadia