Hello

Foto saya
Indonesian. 18th. Eat chocolates, blue fanatic, and play art.

18/06/12

Bersin

Pernah hitung berapa kali kalian bersin dalam sehari? Aku pernah. Nggak usah heran-_-. Ya akhir akhir ini. Semua gara - gara ibuku.

Aku: *bersin* *bersin lagi* *bersin lagi*
Ibu: Coba setiap hari dihitung deh, sehari kamu bersin berapa kali.

Aku lakuin saran ibuku itu, dan akhirnya........semua orang bilang aku aneh, freak, dll -____-

"Kamu pernah lupa hitung bersinmu nggak?", tanya Denisha.
Sialan, aku juga baru ngitung semenjak 3 hari yang lalu Den, jahat amat.

Tapi karena saran ibuku itu, aku jadi tau rata - rata sehari aku bersin berapa kali. Setelah ada basic theory, dibikin tabel, percobaan pertama, kedua, ketiga, sampe keempat, diperoleh hasil, dibikin kurva, dan conclussion nya: aku bersin rata - rata 10 kali sehari dalam keadaan sehat (nggak lagi flu). Normal kan ya? ;) NORMAL KAN? BILANG NORMAL, plis :(

Ah, nggak tau. Mungkin aku harus operasi hidung. Biar daya hisap hidung nggak separah ini......

*bersin*,
Intan Prendanadia

09/06/12

Karena UKK belum berakhir.....

Ini bukan megeluh tentang UKK atau gimana, tapi ya emang UKK nya belum selesai. Satu hari lagi......Satu hari lagi......SATU HARI LAGI WOY!!!! Nggak sabar pengen cepetan selesai, iya selesai segalanya, selesai UKK tanpa remedi (ra mungkin -_-).
Kendala yang terjadi selama UKK ini: masih nggak niat belajar, nggak punya jejeran (jadi galau)selalu tergoda untuk menggambar di kertas soal (hasilnya=kehabisan waktu)

Hmm.....selalu tergoda untuk menggambar di kertas soal. Iya. Bener. Banget. Gimana gitu. Akhirnya lupa waktu. Lupa soal. Lupa diri. Aku siapa? *tampar* *PLAK!*. Fokus, iya, nggambar di kertas soal itu mengalihkan segalanya. Jadi lupa kalo ada banyak soal yg belum diisi, jadi lupa kalo waktunya tinggal dikit. Jadi lupa diri. Ah karepmu lah, Tan -_-.

Hasil gambar di kertas soal sejarah
Bagian bawahnya. Gambar gurita terinspirasi dari gambar yang ada di meja. Tapi di meja, guritanya sangar. Yang aku gambar ini gurita lagi galau, matanya merem.
Bagian atas. Ceritanya pada berusaha untuk menggapai bintang, dengan berbagai cara. 


Well, apa solusinya biar nggak tergoda untuk menggambar di kertas soal????
Well lagi, AKU REMEDI SEJARAH. Mungkin gara gara kebanyakan nggambar gini ya.............

Dengan penciltic warna cokelat,
Intan Prendanadia

05/06/12

Karena UKK itu tidak sederhana......

Ini sama halnya kayak "Bahagia itu sederhana", tapi UKK itu nggak bahagia, jadi UKK itu tidak sederhana.......
Kalo UKK itu tidak sederhana, kenapa aku malah bikin post bukannya belajar? nggak usah tanya kenapa.
Ini udah hari kedua UKK. Nggak usah dibahas gimana UKK ku 2 hari ini!

Hal yang paling nggak aku sukai ketika UKK adalah saat pulang dari sekolah, sampe rumah orang tua nanyain "bisa nggak?". Bah, benci kali aku dengan pertanyaan itu.
Maka, untuk mencegah kemungkinan seminggu ditanyain itu mulu, hari pertama UKK aku sms bapak-ibu gini:

"Nanti sampe rumah nggak usah nanya bisa ngerjain atau enggak ya. Anggep aja aku bisa ngerjain. Makasih"

Dan hasilnya, 2 hari ini bapak-ibu nggak nanyain~~~~
Ini normal kan? aku nggak aneh kan? aku nggak durhaka kan?

Sebenernya aku nggak suka pertanyaan itu karena nggak tau harus jawab gimana.
Kalo misal aku jawab "bisa ngerjain", eh ternyata besok nilaiku jelek, mereka kecewa gimana.
Kalo aku jawab "Enggak bisa", mereka kecewa lebih awal dong -_-
Kalo aku jawab "tadi itu soal ulangannya pake bahasa inggris, aku nggak dong. Terus fotokopiannya jelek. Terus to, font nya kecil banget. Nah terus juga, soalnya dibaginya telat, karena gurunya jalannya lama. Ditambah lagi di sebelah ada drum band ganggu gitu. Terus banyak nyamuk. Terus materi di soal belum pernah diajarin semua". Modar malah tidur ntar -___-

Yah intinya gitu. Aku nggak suka pertanyaan itu, sama halnya aku nggak suka waktu orangtuaku bilang "Nah akhirnya belajar" waktu aku belajar, kesannya kayak aku pernah belajar gitu lho. Yowislah. Sinau syeeek, ben pinter, ben mlebu IPA. AMIN.

BTW, AKU UDAH PUNYA CITA - CITA!!!!
minimal punya dulu kan ya :))))

Manusia normal,
Intan Prendanadia