Hello

Foto saya
Indonesian. 18th. Eat chocolates, blue fanatic, and play art.

29/05/11

Masa Kecil

Masa lalu tu asik, masa masa kecil, nggak dong apa apa, plonga plongo, terus ketawa, nangis, nggak punya malu, polos, bebas, asik. Jadi pengen bahas masa kecilku yang agak cengo bahagia. Bahas deh yuuuuk

Waktu TK, dikasih buku gambar gratis, disuruh nggambar di halaman 1 sampai penuh. Aku dengan semangatnya, dengan cengonya, menggambar dari halaman 1 sampai habis, sampai penuh. Hore! alhasil buku gambar GRATIS itu ludes dalam sehari. Udah gratis, di habisin, nggak tau terimakasih banget ya......aku harus belajar berterimakasih dari anjing laut.....(nggak usah tanya apa hubungannya).


Perpisahan TK, seangkatan menari. Nah, otomatis kami di make up. Setelah selesai, mau pulang, karena aku NORAK, nggak mau hapus make up. Sampe pulang, diboncengin naik motor, nggak mau pake helm, biar muka keliatan. Pokoknya semua orang harus tau! Dunia harus tau ada monyet lupa diri menyombongkan make up yang membuat dia lebih mirip banci penari striptis pinggir jalan daripada seekor monyet!


Waktu SD kelas 4, aku agak terbalik. Waktu masuk SD, diwanti wanti orangtua, "pokoknya dinakalin kayak gimana pun jangan sampe nangis". Nah, berhasil juga tu wanti wanti, sejak kelas 1 sampe kelas 4 dinakalin sampe ternak paman McDonald mati semua, aku nggak pernah nangis. 
*backsound : paman McDonald punya kebun iaiaoooo.....*. 
Tapi, di akhir kelas 4, beberapa temanku bilang aku cantik, mirip barbie. Aku mendengar itu, dengan muka bloon cengo item kucel, cuma mlongo, buang muka, terus.......NANGIS! Dipuji malah nangis! Dunia udah terbalik! Mungkin batinku tersiksa aku dibilang cantik, batin emang nggak bisa bohong hmmmmffff atau mungkin batinku ada dendam sama barbie -_-


Muka jaman kelas 4 SD. Bisa bedain kan itu muka atau telapak kaki? Iya, itu muka. Mana cantiknya, mana mirip barbie nya? -_-. Lebih mirip boneka teletubbies yang bisa mangap selebar mulut kudanil. 

Muka jaman kelas 6 SD. Nggak berubah, tetep kayak boneka teletubbies, tapi udah bisa mingkem, lumayan senyum, habis belajar senyum sama kudanil itu tadi.

Muka sekarang, kelas 9 SMP. Tetep nggak cantik. Tetep kayak boneka teletubbies. Uhnyu utuk  utuk.

Sebenernya banyak banget cerita masa lalu yang aneh. Cukup, aku ada janji sama kasur, kasian kalo dia nunggu lama. Sekian. Amanatnya : jangan melupakan masa lalu, ting ;) (nggak usah tanya apa hubungannya sama cerita diatas) (nggak usah jadi pengen nangis)

23/05/11

Tumblr

Tumblr! Sebenernya nggak dong apa asiknya tumblr. Temen temen pada punya tumblr, jd ikut bikin. Ya gue termakan omongan teman. Setelah lama bermain tumblr, jadi kecanduan, ternyata tumblr itu menyenangkan. Walau kerjaanku di tumblr cuma tukang bajak, reblog post orang lain. Jd berpikir, tumblr mengajari para pemakainya untuk suka membajak. Dan gue jadi korban ajaran bajak membajak itu. Ini beberapa foto dari tumblr, yg menggoda hatiku (apasih) *tampar diri sendiri* *plak!*.



Wow! bisa dimasukkin ke botol atau toples, dijadikan pencahayaan malam hari ketika kemah, kalo lg kehabisan lampu minyak atau senter hilang dimakan marmut. Lebih alami. Lebih beraroma terapi.....




Kalo ini pikirannya sangat terganggu! Se bloon nya gue, nggak pernah kayak gini juga -__- bersyukur, ada orang lebih cengo daripada aku. Hidup emang nggak selamanya nggak adil...... *mata berkaca kaca*




Kok bisa sih? apa yg mereka lakukan? jangan bilang karena nggak punya uang, mereka memasukkan kepalanya ke lubang koin itu. Terus nggak bisa keluar, dengan terpaksa harus dipenggal. Tragis.



Jadi aku bisa nikah sama kamu dong, kan di hatiku kamu udah mati ;) tapi aku nggak mau nikah sama kamu ding -_- mending sama..........cukup deh, umur 15 aja belum genep


Bisa bayangin nggak gimana caranya garuk garuk kepala? gimana caranya mereka gigit jari? gimana caranya mereka cebok? jadi kepikiran.........hidup gue jadi nggak tenang.......



Ini imut sekali. Imut sekali. Imut sekali. Unyu sekali. Unyu. Keren sekali. IMUT. Utuk utuk intang intung

15/05/11

Pawitikra Revolution #2 "Nostalgila"

Alhamdulillah Pentas seni Pawitikraa Revolution #2 "Nostalgila" sudah sukses!!! Sempat ada kerusuhan, yaaah biasalah lagunya pas itu juga jingkrak jingkrak. Terus suasana langsung berubah, waktu D'Cinnamons mau naik panggung. Awalnya takut, ada kerusuhan lagi. Tapi inget kalo D'Cinnamons lagunya bikin diem....tenang....mangap juga boleh. Begitu D'Cinnamons naik panggung, nyanyi, semua panitia dan penonton ikut nyanyi. Tiba - tiba hujan, blah resah penonton bakal bubar dan memilih untuk pulang. Tapi begitu liat ke belakang, ternyata masih rame bangeeet nget ngeeet. What an awesome moment. Lagunya mendayu, semua nyanyi, hujan, remang remang, dan bersama, wow! Sampe sekarang masih nggak nyangka bisa ngundang D'Cinnamons di PR #2. Kok bisa ya? Hah prosesnya panjang dan berliku


Capek, pegel, pusing, tapi bahagia liat pentas seni Pawitikra Revolution #2 kayak gini!!! Kesuksesan ini nggak mungkin ada tanpa kerja keras panitia, bantuan pihak pihak lain, dan penonton yang meramaikan, rela hujan hujanan :)) hmmmm *speechless*


Proud to be part of Pawitikra Revolution #2. Proud to be part of Pawitikra. XOXO.








Amanat : Kerjasama, kekompakan, dan tanggung jawab itu penting untuk mencapai satu tujuan yang sama. Serta sesuatu yang disangka tidak mungkin bisa jadi mungkin. Percaya! ting ;)

13/05/11

Bicara Secepat Cahaya

Bicara itu penting. Oke, aku orangnya suka bicara, bukan lagi suka, tapi emang banyak bicara, blah. Tapi gini, banyak orang bilang kalo aku bicara itu cepet banget. Tapi bicara cepet itu enak, kayak yang pengen disampaikan langsung tersampaikan dalam sepersekian detik, wusssss.


Nggak enaknya bicara cepat secepat cahaya itu.........kayaknya otak sama mulutku tu rangsangnya cepet mulut, jadinya pengen langsung ngomong, tp otak belum sempet menyusun kalimat, jadi keliatan gagap, contoh : "bubububuubukannyatugasbahasaitudikumpulinharisenin?" (kenapa nggak pake spasi? karena ngomong cepet). Bisa jadi mereka2 sudah menganggapku gagap, ugh. Jadi pengen nangis.


Kemudian, bicara cepet itu kadang sulit diolah sama lawan bicara. Alhasil lawan bicara cuma bisa melongo dan tak berkedip ketika mendengar omonganku, mungkin lalat masuk mulutnya baru lah mereka mingkem -___- jadi, aku harus mengulang ucapanku dgn kecepatan yg lebih lambat. Atau kalo tidak begitu, mereka bakal menangkap arti yang salah, contoh "Akunggakbisadatengkerumahmukarenaadaurusanpenting", mungkin mereka bakal menanggapi dengan "APAAA??? Kamu bunting???", astaughfirullah. Masih mending daripada mereka nanggepinnya "APAAA?? kamu anaknya Pak Prabu?" (abaikan, yang ini ngaco). 


Aku jadi mulai berpikir, aku akan mencoba mengurangi kecepatan bicaraku uyeeeeaah. Jadi pengen nangis rasanya. Yah, amanatnya, jangan melakukan segala hal secara terburu - buru. Sekian :)