Hello

Foto saya
Indonesian. 18th. Eat chocolates, blue fanatic, and play art.

28/05/12

Jegler!


Well, belum lama ini kakak membelikan aku handphone (smartphone). Bukan handphone seharga 10juta sih. Tapi ini dari kakak!!!! dari kakak!!! DARI KAKAK!!!! kakakku yang aku anggep makhluk dengan daya kejamnya melintasi bumi, ternyata punya sisi baik.


Well yang kedua. handphone ini udah sempat aku rusak. JEGLERRR!

Yang terjadi selama 1 bulan handphone ini di tanganku:
1. Charger aku pake dengan anarki. Akhirnya kabel charger hampir putus.
2. Karena kabel charger hampir putus dan tetep aku pake, akhirnya battery bocor.
3. Karena battery bocor, handphone ini mati setiap dimainin 1 menit.
4. Setelah menunggu ajal, kabel charger putus karena aku tarik. Bego sih -_-
5. Setelah di beliin battery baru (kakak yang beliin), dipasangin di tempat service, dan jegler! card slot nya hilang. Shit. 
7. Dimarahin kakak. Gue mengubur diri sendiri.

Kabel data (charger) yang berhasil aku putuskan

Battery yang bocor. Tampak masih baru ._.
Card slot yang sempat hilang.
Photo from google.com

Sebenernya semua itu nggak masalah. Semua barang itu buatku.....ya oke, kalo dijumlahin, mahal banget emang. Tapi yang paling aku takutin dari segalanya adalah: Kepercayaan. Ini barang dibeliin. Ini barang yang nggak bisa aku beli pake uang sakuku. Ini barang dikasih kakakku. Setelah semua yang terjadi, akan aku jaga benda ini..... *menatap langit* *bunga bunga bertebaran*

Btw, barusan kakak telpon. Pesan terakhirnya:

"Dijaga. Dirawat. Jangan sampe ilang. Dielus - elus setiap hari. Ok?"

OK!
Terimakasih.
Yang cerobohnya kebangetan,
Intan Prendanadia

07/05/12

Antigone: A Big Success!

Di musim hujan, di musim kering
Di musim salju, ia garap bumi........
Ia garap bumi......
Scene 1. Lagu itu masih sering berputar di otakku tanpa diminta, padahal udah H+8. Bahkan temen temen yang bukan pemain di ANTIGONE pun masih sering menyanyikan lagu itu di kelas.

Akhirnya, lewatlah sudah!
Hari yang berdarah
Barisan Argos pun telah kalah

Scene 3A. Scene yang koreografinya bikin pengen gantung diri. Gerakannya kayak mau breakdance, setiap selesai latian koreo scene ini pasti berasa kayak habis lari keliling sekolah, capeknya demi dewata -_-

Undang-undang!
Undang-undang adalah unsur penjagaan
Undang-undang menjaga kehidupan
Undang-undang mencegah kekacauan

Scene 3B. Kemarin upacara, waktu pembacaan Pembukaan UUD 1945, yang terlintas di otakku malah isi Undang-undang nya Thebes ini. Aku takut, besok kalo ulangan PKn, disuruh nulis pembukaan UUD yang aku tulis Undang-undang yang ini gimana. Apasih, Tan -_-

Dan lihat siapa yang tertangkap?! ANTIGONE!
Kekuatan apa gerangan
Yang mengisi pipi gadis itu?
Yang memberi seribu mimpi yang menghiasi bumi


Scene 6. Yang paling keinget adalah suara pecutan Kreon waktu Antigone narik kereta. Sakit banget dengernya. Ditambah teriakan kesakitan Antigone :'(

"Aaaaa Kreon galau!"


Scene7. Scene yang paling diinget ibuku. Begitu selesai pentas, yang ditanyain ibuku adalah "itu yang pendek pendek dipojokan, yang ndagel itu bagus dek" -_- Btw, Lina nggak pendek, bu.

Antigone tlah tergantung mati
Mati......

Scene8. Antigone gantung diri, ngeri banget, demi dewata Tapi ini scene favorit penonton. 

H+8. Antigone udah selesai. Tepuk tangan dari 1069 penonton yang memenuhi Concert Hall telah berlalu. Proses sudah usai. Sedih, nggak akan ada proses 4 bulan lagi bareng JM 68. Biasanya pulsek langsung ng-arbag atau ng-YKI atau ng-TBY, sekarang pulsek entah mau ngapain. Senang, bisa kembali menjadi murid normal. Bisa minum es dan makan gorengaaaaan.

Bagaimanapun proses Pentas Besar ANTIGONE masuk top ten memories di otakku, apa sih Tan -_-. 
Pokoknya terimakasih untuk semua pihak yang telah membuat pentas ini sangat berarti :)

VIVA TEATER, VIVA ANTIGONE, VIVA JUBAH MACAN

Chorus Thebes,
Intan Prendanadia