Hello

Foto saya
Indonesian. 18th. Eat chocolates, blue fanatic, and play art.

21/12/11

8 Hours Are Ours

"Awal yang berantakan belum berarti akan  berakhir dengan berantakan pula"
Awalnya memang agak berantakan, kemarin pagi, aku nggak bisa bawa motor, karena motornya mau dipake gitu. Padahal aku harus ke sekolah dulu karena ada urusan, baru jam 1 ke MovieBox. Gue panik.

"Aku ke MB naik apa nih? Jadi ke MB nggak ya nih? Aduh gimana?" pikirku

Plis Tan, yang punya motor nggak cuma kamu doang. Nah benar juga! Aku SMS semua orang untuk meminta tebengan. Dan.....hanya Danet yang bales. Danet....you are my hero today *mata berkaca - kaca*. Jam 1, aku ditelpon Danet, ternyata dia udah di SMP 5.

Bla bla bla

Sampailah aku di MB ditebengin Danet.....deg! ada Della!

"Intan????" kata Della dengan muka heran, melongo, bengong, tercengang.

"Della????" Jawabku panik. Jangan - jangan.... Della pacar Danet? Plak! Ya nggak lah Tan.

Bla bla bla

Aku masuk ke MB, ternyata di MB baru ada Gilang sama Nilta. Berantakan.

"Nontonnya jam 3" Ucap Nilta. *gue tewas seketika*

2 jam menanti di WS, akhirnya jam 3 udah pada ngumpul semua. Sekitar 14 orang. Kita pilih - pilih film horror. Akhirnya pilihan kita jatuh pada The Ring. Man!!! Itu ngeri banget!! Eh ternyata..... The Ring nggak ada. ALHAMDULILLAH. Akhir cerita, nonton The Screen.

*Nonton*
*Nggak paham*
*Nonton serius, mencoba memahami*
*Tetep nggak paham*

SEBENARNYA INI FILM APAAAA????? Ini film horror, tapi sepanjang film, kita malah ketawa-_-. Film nya emang aneh. Ada setan di mobil segedhe Gilang, itu setan atau buto ijo? ada setan setinggi Rahma, itu setan atau genter? Ada darah mengalir horizontal? Apaaaaan. Absurd.

Jam 5.30 kita take off  ke Rumah Mahran. Lagi - lagi aku ditebengi Danet, (sebenernya, aku takut diboncengin Danet, takut dimintain uang bensin).
Di rumah Mahran, ya, menghabiskan makanan. Sudah menganggap rumah Mahran seperti rumah sendiri. Setelah sholat maghrib, kami pergi ke taman lampion di monjali wohooooooo!!!!!

Photo from google.com
Foto - foto belum di upload sama Mahran sih. Jadi...taman lampion itu apa? Taman yang berisi banyak lampion, tentu saja. Lampionnya cukup bagus - bagus. Tapi sayang nggak ada lampion Eiffel, tapi sayang harga masuknya Rp 10.000,-. Yak, sekitar jam setengah 9, aku lelah, semua lelah, kami pun PULANG!!!!

Well, that was soooooo fantastic Wednesday.
Cheper really made my day <3 <3 <3
Yesterday, 8 hours are ours, guys!!
Dan menyenangkan lagi, Danet nggak minta uang bensin, yeahhh!

Dengan pena SMP,
Intan Prendanadia

02/12/11

Rumit

Aku kira tidak ada yang lebih rumit daripada MATEMATIKA.
Tapi ternyata, kehidupan jauh lebih rumit.

Dengan pena tinta hitam,
Intan Prendanadia

Titik dua, buka kurung

Bahasa Indonesia mengajarkanku dengan berbagai tanda baca.
Titik, koma, tanda petik, titik dua, dan lain sebagainya.
Mungkin "titik-dua buka-kurung" bukan salah satu bahan ajaran di tanda baca Bahasa Indonesia
Tapi titik-dua buka-kurung yang mengajarkanku
Ya, mengajarkanku untuk menjaga perkataan
Agar yang kita utarakan tidak membuat hati orang itu berakhir dengan "titik-dua buka-kurung"

Dengan pena tinta hitam,
Intan Prendanadia