Perspektif

Menurut KBBI, perspektif adalah (1) cara melukiskan suatu benda pada permukaan yang mendatar sebagaimana yang terlihat oleh mata dengan tiga dimensi, terdapat pula definisi lain yaitu (2) sudut pandang atau pandangan. Sering mendengar ungkapan tiap orang memiliki perpsektif atau sudut pandang masing-masing, kan? Atau sering juga kan mendengar bahwa setiap hal dapat terlihat berbeda tergantung perspektif atau sudut pandangnya. Sesuatu tampak benar atau salah, besar atau kecil, sedih atau senang, gagal atau berhasil, tinggi atau pendek, dan lain sebagainya. Tergantung sudut pandang.

Kemarin siang aku ada janji bertemu dengan seseorang. Entah bisa disebut teman atau tidak, karena baru aja mengenalnya dan hanya kadang bertemu untuk urusan pekerjaan, apakah sudah dapat disebut teman? Jadi, ya, aku sebut saja dia seseorang. Saat ini kebetulan kami terlibat dalam satu divisi sebuah event, jadi bertemulah aku dengan dia di sebuah cafe daerah Jalan Kaliurang. Siang itu dengan sangat terpaksa aku harus menerjang panas teriknya Jogja jam 10 demi flooring jobdesk divisi, duh. Padahal anggota yang lain dengan tiba-tiba berhalangan hadir, tapi apalah aku nggak enak kalo nggak dateng karena dia udah di lokasi. 

Sekitar dua jam kami membahas tentang event dan apa saja yang perlu dipersiapkan. Singkat cerita,  lupa dimulai darimana, kami membahas tentang esensi potong tumpeng. Aku bilang potong tumpeng biasanya diadakan ketika peresmian sebuah sesuatu. Dia bilang potong tumpeng untuk syukuran. Ya sama saja, kami sepakat keduanya benar. Lalu dia timpali lagi, "potong tumpeng itu biasanya ada di akhir sesuatu kan". Kali ini  aku nggak setuju, jelas potong tumpeng ada ketika di awal sesuatu. "Loh, di akhir dong. Orang habis lahiran, potong tumpeng kan di akhir masa kehamilan," katanya menyangkal. Sedangkan menurutku orang potong tumpeng ketika lahiran ya karena itu awal hidup si bayi, peresmian hadirnya si bayi di dunia. Kembali dia menyebutkan contoh-contoh lain sepertiperesmian gedung atau apalah, potong tumpeng di akhir masa pembangunan. Sedikit aneh juga logika dia, bagiku peresmian pake potong tumpeng itu karena di awal masa pengoperasian gedung. Dia tetap pada prinsip potong tumpeng itu di akhir sesuatu, sedangkan aku yakin potong tumpeng untuk mengawali sesuatu. Saling timpal contoh potong tumpeng di awal atau di akhir itu berlangsung cukup alot selama sekian menit dan akhirnya kami sepakat, bahwa kedua awal atau akhir itu benar, tergantung perspektifnya. Menurutku lucu, cuma masalah potong tumpeng aja ada beda perspektif, apalagi masalah berat di dunia. Jangan-jangan di dunia ini bahkan nggak ada benar atau salah yang mutlak, semua karena perspektif berbeda-beda?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

03.39 pm; Mawar Merah

Pawitikra Revolution #2 "Nostalgila"

Bersin